Saya dilahirkan dengan nama Rangga Yudistira di Sumedang tanggal 28 November 2004,nama ini di berikan oleh bapa saya karena beliau ingin anak nya menjadi seorang pemimpin, dengan filosofi Raja Erlangga menjadi Rangga, dan Kakak tertua pandawa Lima Yudistira, maka lahir lah nama Rangga Yudistira.
Ibu saya adalah seorang PNS, beliau menggurui mata pelajaran IPS di SMPN 1 TANJUNGSARI, saya akan bercerita tentang perjalanan hidup saya dari mulai sayang di jauhi temen temen, tidak mempunyai jatidiri sampai saya mendapatkan temen temen dekat dan mendapatkan jatidiri.
Di suatu hari dimana hari itu ada hari pertama saya bersekolah di Sekolah Menengah Pertama SMPN 1 TANJUNGSARI, pada saat itu saya pertama kali nya masuk ke dalam SMPN 1 TANJUNGSARI dan mendapat teman baru, di kala itu saya berangkat berjalan dari rumah ke sekolah namun pada saat saya berjalan ada mobil yang berhenti tepat di samping saya, dan seorang bapa bapa di dalam mobil itu mengajak saya untuk ikut bersama ke sekolah tujuan saya, di kala itu saya bingung dan ragu karena saya tidak mengenali bapa ini, namun pada saat bapa itu memperlihatkan anak nya yang sebaya dengan saya pada saat itu saya mulai percaya dan memberanikan diri untuk ikut dan masuk pada mobil tersebut, pada saat itu saya pun masuk, di dalam mobil itu ada satu ibu yang bertanya, "kelas apa dek" Saya pun menjawabnya "kelas G ibu"pada saat itu ibu tersebut bilang anak saya juga sama di kelas G dan kebetulan sekali kita berangkat bersama pada hari pertama sekolah, saat itu adalah permulaan saya mendapatkan teman baru di SMP.
Jelang beberapa waktu sesudah saya masuk sekolah dan menjalani PLS atau Pengenalan Lingkungan Sekolah, saya mengikuti ekstrakurikuler Karate yang sudah jadi tujuan saya masuk ke SMP ini karena sejak dulu saya melewati sekolah ini saya selalu melihat anak anak SMP yang berlatih Karate, pada hari pertama saya mengikuti latihan dan mengenal ekstrakurikuler Karate saya serasa ini adalah suatu permulaan bagi saya untuk jenjang karir saya ke dapannya dan suatu hal yang bisa saya jadikan ke prioritas saya kedepanya.
Tak terasa satu semester saya di SMP dimana saya mendapatkan teman teman baru yang sangat faham dan tidak ada satu pun yang menjatuhkan, semua momen yang sangat berkesan di hidup saya yang tidak mungkin untuk saya lupakan saya pada saat itu sudah di beri kepercayaan untuk mengikuti O2SN atau Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional saya di kala itu di beri kepercayaan untuk mengikuti ajang tersebut, 2 bulan saya mempersiapkan diri dan keberanian saya untuk mengikuti ajang tersebut karena ini adalah ajang atau kejuaraan pertama yang saya ikut, namun saya belum bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, namun saya jadikan ini pelajaran dan pengalaman yang sangat baik untuk saya.
Namun pada saat itu saya banyak membantu teman teman saya yang kesulitan namun saya sendiri pun tidak memenangkan kerjaan tersebut tapi malah sebaliknya teman saya yang saya bantu bisa lolos dan memenangkan ajang O2SN ini, tapi saya tidak berkecil hati malah sebaliknya saya bangga terhadap diri saya bahwasanya saya bisa membantu teman saya dan memenangkan kejuaraan ini, dari saat itu saya di percaya untuk mengemban tugas sebagai ketua ekstrakurikuler dan membantu adik adik kelas saya, adik tingkat dan teman teman sebaya saya sendiri.
Pada saat itu saya sangat merasakan kehangatan kekeluargaan dalam wadah organisasi yang saya pimpin dan kembangkan, dan banyak sekali dari adik kelas dan adik tingkat saya yang berhasil meraih prestasi yang bisa membanggakan orang tua dan sekolah, namun pada saat titik itu saya berpikir kenapa banyak yang berhasil dengan saya tapi saya sendiri belum pernah mendapatkan gelar juara yang bisa membanggakan orang tau saya dan bisa menjadi tolak semangat saya untuk kedepan nya, namun saya tidak terus menerus memikirkan hal itu yang harus saya jadikan patokan itu masa yang akan datang dan karir saya yang terus saya bangun dari mulai masuk hingga tak terasa hampir 3 tahun saya di SMP mendapatkan pengalaman, mendatangkan pengetahuan, mendapatkan teman teman yang baik, suport orang tua saya yang tak ada batas nya, dan saya pun menemukan seseorang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya.
Pada saat saat akhir saya di SMP, dunia ini di landa musibah pandemi COVID-19 pada saat itu yang dimana seharusnya saya bisa mendapatkan pengalaman yang tidak akan terlupakan yaitu perpisahan dengan teman teman SMP terhalang dengan suatu wabah yang dimana kita harus menjaga jarak antara kita dan orang lain di sekitar kita, namun di kala itu sekolah mengambil inisiatif untuk mempertemukan kita kembali di sekolah walau bukan perpisahan.
Tak terasa waktu pun berlalu, banyak pengalaman, banyak kisah yang sudah dilalui di hidup ini, banyak juga pelajaran yang bermanfaat terkhusus nya untuk diri saya tak terasa saya sudah berada di fase dimana diri ini harus memilih kemana lagi jalan yang harus saya tempuh untuk menggapai cita cita dan melanjutkan lingkaran kehidupan yang terus berjalan beriringan dari setiap generasi disini saya sekarang. Namun tidak sedikitpun hati ini gentar menghadapi ini semua karena saya yakin bahwa do'a kedua orang tua, suport guru guru yang sudah mengajar saya hingga bisa sampai di titik ini dan seseorang yang selalu ada mendukung dan menemani semua ini lah bekal saya untuk menjalani hidup dimasa yang akan datang.